Hakekat Cinta

Cinta sperti duri ikan, ditelan sakit.. Dimuntahkan jg sudah tak mungkin. Ada pula yg mengatakan cinta itu seperti kentut, ditahan bikin mules dikeluarkan bikin malu.
Itulah cinta, takkan perna ada pandangan yg sama bagi setiap orang, tergantung siapa dan bagaimana menjalaninya.
Cinta terhadap lawan jenis memang terbilang unik, bandingkan dengan cinta terhadap harta, orang tua ataupun cinta terhadap Yang Maha Esa.
Rasa cinta terhadap harta hanya mengedepankan seberapa besar usaha yg kita lakukan untuk memilikinya. Terhadap orang tua juga tak seheboh cinta terhadap lawan jenis. Hal ini dikarenakan adanya status anak dan orang tua yg tak bisa terputus sampai kapan pun. Dengan Tuhan lain lagi. kita tak perlu kwatir Tuhan tak mencintai kita karna slamanya Tuhan akan mencintai umatnya, smuanya hanya terpulang pada diri sendiri bgmn menunjukkan rasa cinta kita Pada Tuhan.

Cinta terhadap lawan jenis.
Beberapa tahun belakangan sy mencoba mencari tahu akan defenisi cinta itu sendiri (trhadap lawan jenis). Namun hal tersebut menjadi sangat susah karna setiap org mengartikan cinta berdasarkan apa yg dia alami.

Cinta adalah keinginan untuk memiliki tanpa sertai alasan mengapa ia ingin memiliki.
Ketika hendak menelaah defenisi cinta yg saya ungkapkan cobalah jujur pada hati kita. Ketika kita mencintai maka pasti ada keinginan untuk memiliki hanya saja perlu kita sadari pula bahwa keinginan tersebut tdk selamanya bisa terpenuhi.

Bersambung…

3 Tanggapan

  1. Oke oke oke
    ^^iin^^

  2. Itulah cinta,, anugerah Tuhan yg tak terkira hargax. Terkadang org berpikir mereka tersakiti oleh cinta padahal tanpa mereka sadari merekalah yg tlah menodai makna cinta trsbut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: